Obat Herbal Alami untuk Insomnia untuk Membantu Anda Tertidur

Obat Herbal Alami untuk Insomnia untuk Membantu Anda Tertidur

Insomnia adalah suatu gejala dimana pasien mengalami kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur atau memiliki kualitas tidur yang buruk meskipun ada kesempatan dan waktu untuk tidur. Saat ini, pengobatan insomnia terutama mencakup obat-obatan konvensional seperti benzodiazepin (misalnya Diazepam) dan beberapa obat lama yang sekarang jarang digunakan. Seiring dengan ini, banyak perawatan lain yang tersedia dari pengobatan gratis atau alternatif seperti obat-obatan herbal, akupunktur dan homeopati.

Banyak pasien lebih memilih alternatif ini untuk menghindari efek samping yang diketahui atau tidak diketahui dari obat konvensional, meskipun data ilmiah yang tersedia tidak membuktikan hal yang sama. Saat ini, pengetahuan obat rumahan herbal alami tentang obat-obatan herbal masih terbatas karena sampai sekarang, obat-obatan tersebut telah dipelajari terutama dalam uji klinis dengan kualitas yang buruk. Beberapa obat herbal yang tersedia tanpa resep adalah:

St. John’s wort

Ini adalah salah satu obat yang paling banyak dipelajari untuk gangguan kejiwaan, tetapi efeknya sebagai hipnotis (obat yang menginduksi tidur) belum dipelajari dengan baik. Beberapa tindakannya mirip dengan Benzodiazepin. Bahan aktif utama adalah hypericin dan psuedohypericin. Umumnya dianggap sebagai pengobatan Jual Minyak Kutus Kutus Sumber Waras Bali yang aman dengan beberapa efek samping seperti sedasi, mulut kering, pusing dan gelisah. Monoterapi St.John’s wort tidak disarankan pada pasien yang menderita kecemasan. Ini dapat berinteraksi dengan obat yang digunakan untuk mengobati depresi.

Valerian

Valerian (Valeriana officinalis) telah terbukti menjadi hipnotis dalam banyak penelitian terkontrol dengan baik. Bahan aktifnya adalah: valepotriat, seskuiterpen (komponen minyak atsiri yang menyebabkan bau tidak sedap valerian), dan asam amino.

Valerian juga bekerja pada reseptor GABA (gamma aminobutyric acid) yang juga merupakan tempat kerja Benzodiazepin. Onset kerjanya lambat (2-3 minggu). Ini menambah tidur nyenyak. Hal ini berguna untuk penggunaan jangka panjang pada orang tua. Berbagai dosis Valerian telah dipelajari mulai dari 400-900 mg. Dosis tertinggi menyebabkan kantuk di pagi hari. Valerian dikaitkan dengan beberapa efek samping yang jarang terjadi seperti gangguan pencernaan, alergi kontak, sakit kepala dan tidur gelisah.

hop

Hop (Humulus lupulus) sebelumnya digunakan untuk pembuatan bir, tetapi sekarang digunakan dalam kombinasi dengan Valerian untuk insomnia. Efek samping dengan Hops dapat berupa gangguan menstruasi dan alergi.

Kava-kava

Kava-kava adalah minuman yang dibuat dari tanaman Piper methysticum. Mekanisme Kava-kava telah dipelajari dengan baik dan juga bekerja pada reseptor GABA. Pada tahun 2002, penggunaannya dilarang di beberapa negara karena risiko perkembangan toksisitas hati dengan penggunaannya. Belakangan, beberapa pertanyaan tentang pembatasan ini muncul karena keraguan tentang kualitas kava-kava yang digunakan dalam uji coba tersebut.

Yang lain

Beberapa tanaman lain yang diketahui memiliki efek sedatif adalah Melissa dan Passionflower. Aromaterapi (lavender, chamomile, Ylang-Ylang) juga dikenal dapat meningkatkan kualitas tidur.

Semua obat herbal ini harus digunakan dengan hati-hati karena pengetahuan tentang efek samping dan interaksinya dengan obat lain masih terbatas. Karena insomnia biasa terjadi pada orang tua dan mereka juga menggunakan banyak obat lain, jadi penggunaan yang hati-hati dianjurkan. Pasien harus selalu memberi tahu dokternya tentang asupan herbal ini jika dia meminumnya tanpa resep dokter.

Leave a Reply